Sunday, April 14, 2019

Deskripsi benda mati.


Sebuah harapan dari spidol warna 



Bersama sahabatku..
Berjalanlah ia dan aku.  Memasuki sebuah ruko, penuh dengan perlakapan. Kumulai menapakkan kaki pada satu tujuan.
Bersama sahabatku....
Satu tujuan yg menjadi harapan, semakin jelas dimata. Yahh.. Sebuah spidol bertulis snowman boardmarker. Bentuknya yg panjang bulat seperti kubus, berhiaskan tulisan menjadikannya daya pemikat pembeli.  Warna hitam,  merah, biru, hijau, kuning,  orange, coklat, pink,  dan biru laut membuatku semakin bingung dibuatnya.  Kutatap 9 spidol , dengan harapan hidupku sama sepertinya berwarna, mampu melukiskan sebuah jejak kisah bersama-sama, jelas dan menegas. Dengan kegundahan hati,Kumantapkan diri mengambil satu spidol hitam yang panjangnya 15 cm.
Bersama sahabatku...
Meninggalkan barisan rapi spidol warna. Menuju tempat kecil bagian toko. Dijaga seorang perempuan cantik berhiaskan jilbab yang menambah keanggunannya. Kumulai mendekat, perempuan itu berkata kepadaku "sudah ini aja mbak". Iya kataku sambil tersenyum. Kuperhatikan setiap geraknya.
Mulai saat....
Membawa spidol, mengarahkannya pada scanner laser barcode,  menggerakkan mouse dengan mata tertuju pada pada monitor sambil berkata " totalnya 12 ribu saja mbak" . Kuberikan sejumlah uang pas untuknya.
Bersama sahabatku...
Menapakkan kaki kembali selangkah demi selangkah meninggalkan ruko dengan senang hati. Kini harapanku telah berada pada genggamanku tak sabar kumenggoreskan kata, melukis kisah, mencurahkan segala isi hati pada papan putih milikku. Walaupun kumenyadari hal itu sifatnya sementara, tapi mampu memanjakan pemiliknya. Walaupun setelah semua kisah dan keinginanku terpenuhi. Disitulah terkadang aku melupakan, membuang, bahkan aku membenturkan dengan benda keras ketika aku emosi. Tak pernah sedikitpun memberontak hanya bunyi " tuk " yang kudengar.

No comments:

Post a Comment

Opini Pendidikan